I will fly trough the sky
I will shine like the sun
beautiful like the color over the rainbow
A. DEFINISI KLAUSA
Klausa adalah satuan
gramatikal yang memiliki tataran di atas frasa dan di bawah kalimat, berupa
kelompok kata yang sekurang-kurangnyaterdiri atas subjek dan predikat, dan
berpotensi untuk menjadi kalimat (Kiridalaksana, 1993:110). Dikatakan mempunyai
potensi untuk menjadi kalimat karena meskipun bukan kalimat, dalam banyak hal
klausa tidak berbeda dengan kalimat, kecuali dalam hal belum adanya intonasi
akhir atau tanda baca yang menjadi ciri kalimat.
Klausa adalah
satuan sintaksis yang bersifat predikatif. Artinya, didalam satuan atau
konstruksi itu terdapat sebuah predikat, bila dalam satuan itu tidak terdapat
predikat, maka satuan itu bukan sebuah klausa (Chaer,2009:150).
Klausa
merupakan satuan gramatik yang terdiri
atas subjek dan predikat, baik disertai objek, pelengkap, dan keterangan maupun
tidak (Ramlan melalui Sukini, 2010:41). Sedangkan Cook melalui Tarigan
(2009:76) memberikan batasan bahwa klausa adalah kelompok kata yang hanya
mengandung satu predikat. Dengan ringkas, klausa ialah S P (O) (PEL) (KET).
Tanda kurung menandakan bahwa yang terletak dalam kurung itu bersifat manasuka,
artinya boleh ada, boleh juga tidak ada (Sukini,
2010:41-42).
Ramlan
melalui Tarigan (2009: 43) menjelaskan bahwa klausa ialah bentuk linguistik
yang terdiri dari subjek dan predikat.
Menurut
pendapat Arifin (2008:34) klausa adalah satuan gramatikal yang berupa gabungan
kata yang sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat. Klausa atau
gabungan kata itu berpotensi menjadi kalimat.
Istilah
klausa dipakai untuk merujuk pada deretan kata yang paling tidak memiliki
subjek dan predikat, tetapi belum memiliki intonasi atau tanda baca tertentu.
Istilah kalimat juga mengandung unsur paling tidak memiliki subjek dan
predikat, tetapi sudah dibubuhi intonasi
atau tanda baca tertentu. (Alwi,
2003:39).